Penulis ‘Corporate Identity Design’ V. Napoles mengatakan dalam bukunya:

“Perusahaan itu bagaikan manusia. Mereka memiliki karakter pribadi, budaya dan prinsip-prinsip. Namun bagi banyak orang, mereka terlihat dingin (kaku) dan tidak berkepribadian. Tanpa tanda-tanda kehidupan.

Identitas visual membantu membuat mereka lebih manusiawi, dengan memberinya ‘wajah’ dank epribadian dalam bentuk sebuah logo.”

Jelas bahwa logo merupakan atribut paling utama yang terlihat secara fisik, seperti layaknya wajah pada manusia. Melalui logo, tergambar semua atribut non fisik lainnya sebagai jiwa dari entitas tersebut, yaitu visi dan misinya, corporate value, corporate culture, dan seluruh kepribadiannya.

Karena itu pencarian ide logo harus berdasarkan kepribadian entitas tersebut. Jadi yang tampak dipermukaan benar-benar berasal dari dalam dirinya.

Sumber: Mendesain logo – Surianto Rustan